RSBI
Kehadiran dan semaraknya rintisan sekolah-sekolah bertaraf internasional, tahun-tahun belakangan ini menambah geliat dunia pendidikan di negeri kita Indonesia tercinta ini. Banyak kabupaten / kota berlomba-lomba mendorong sekolah di daerahnya untuk merintis program sekolah bertaraf internasional. Tentunya, hal ini juga berimbas langsung pada orang tua siswa utamanya yang sebagian besar berambisi memasukkan anaknya pada program sekolah bertaraf internasional dengan harapan di kemudian hari anaknya akan mendapatkan kemampuan yang lebih dibanding anak-anak yang lainnya. Yang jadi pokok permasalahan adalah apakah orang tua benar-benar tahu apa tujuan dari program yang diberi nama "internasional" itu. Meskipun beberapa daerah sudah melaksanakan program RSBI ini selama beberapa tahun, kenyataannya belum bisa menyamakan visi antara pihak sekolah dengan orang tua, yang notabene pada umumnya mempunyai pemahaman dan ekspektasi yang berlebihan terhadap program ini. Pemerintah, dalam hal ini telah berusaha menetapkan sebuah standar RSBI, yaitu "SNP + X". SNP adalah Standar Nasional Pendidikan, sedangkan X di sini adalah tambahan yang berupa banyak hal. Dapat dikatakan perbedaan RSBI yang satu dengan yang lain terletak pada faktor X tersebut.
Para orang tua beranggapan bahwa ketika anaknya masuk sebuah program RSBI, anaknya akan mendapatkan segala tetek bengeknya secara internasional alias "all in english". Hal inilah yang pada akhirnya menimbulkan misperception antara sekolah dengan orang tua siswa. Ketika sekolah berada pada tahun pertama merintis program SBI, banyak hal yang perlu dipersiapkan, akan tetapi di sisi lain tuntutan dari orang tua sudah sebegitu besarnya. Bagaimanakah wajah RSBI di negeri ini? Apakah hanya merupakan sebuah label demi mendapatkan limpahan bantuan dari pemerintah. Sepertinya ini merupakan pekerjaan rumah dari semua pelaku pendidikan di Indonesia. Untuk menciptakan sebuah model pembelajaran berkualitas tanpa harus memberikan sebuah label yang membuat para pelaku pendidikan tergiur dengan limpahan bantuan rupiah-rupiah.
Semoga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar